Pict: SindoNews Makassar
Banyak hal yang belum kita utuhkan sebagai perwujudan cinta kita pada Rasulullah, salah satunya adalah apakah kita sudah menjalankan sunnahnya? Pertanyaan ini terkadang menimbulkan debat kusir antar pemahaman yang berbeda dalam satu agama. Mengapa tidak? Mereka merasa paling benar dalam memahami seluk-beluk agamanya.
Padahal, beberapa imam pun terlihat damai dengan perbedaan. Sebab, mereka terlahir di zaman yang berbeda dengan kondisi Rasulullah yang juga berbeda. Sehingga, ada beberapa cara menjalankan sunnah yang memang berbeda juga.
Namun, hal ini tidaklah menjadikan kita sebagai pemeluk agama Islam yang sarkastis atau suka menghujat kalau mereka salah dan kita benar. Kita yang merasa tahu seharusnya mengontrol diri kita agar bisa menghargai setiap perbedaan dengan damai. Bukankah indah jika perbedaan ini dijadikan suatu bentuk dalam mewarnai kehidupan?
Ibaratnya, ada warna dasar hitam dan putih, warna ini akan digunakan untuk mewarnai berbagai lukisan. Tidak mungkin warna dasar hitam dan putih saja dapat menciptakan berbagai keindahan? Tentu harus ada warna cerah yang bisa membangkitkan keindahan dan semangat. Salah satunya diberikan warna kuning, hijau, dan sebagainya. Sehingga, lukisan akan hidup dan indah.
Dari analogi di atas, bisa kita simpulkan bahwa suatu perbedaan jika disikapi dengan baik dan saling berpikir positif akan memberikan efek yang positif juga. Hal inilah yang disampaikan Rasulullah pada kita semua bahwa damai itu indah.
Rasulullah berjuang mendamaikan umatnya dengan beragam perbedaan budaya, ras, dan suku bangsa. Bahkan, berbeda agama pun tetap dihargai. Biar pun alih-alih akan menciptakan suasana dakwah, Rasulullah tetap berdamai dan membuatnya dicintai oleh bumi dan langit.
Bagaimana dengan kita?
Sudah seberapakah kadar cinta kita kepada Rasulullah?
Apakah pantas kita disebut mencintai Rasulullah kalau masih membenci, mencari-cari kesalahan, bahkan berdebat tentang hal-hal yang dianggap sepele?
Mari kita renungkan sejenak.
Di hari kelahiran Rasulullah ini, kita seyogyanya mengulang dan menakar kembali rasa cinta kita kepada Rasulullah. Umat Rasulullah adalah umat yang damai dan sejahtera. Marilah kita buktikan dengan cara berdakwah dengan kedamaian dan keindahan tutur bahasa.
Selamat Milad ya Rasulullah SAW.
Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala alihi wassalim.

Mumtazz kak martaaa
BalasHapus