Martha Syaflina, S.E.
(Foto oleh Khoirul Anam)
"Bu, materi kemarin sudah dishare apa belum, ya?"
"Bu, di mana lokasi acaranya?"
"Bu, waktu mulainya kapan, ya?"
Pernahkah Anda menemukan tulisan pesan singkat di media sosial seperti itu? Tentu pernah, dong! Terutama di dalam Whatsapp Group. Di sana sering yang bertanya seperti di atas. Saya sendiri menemukannya di grup-grup yang isinya wartawan semua. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa diri mereka sendiri wartawan senior sehingga mereka sudah mencap dirinya orang yang sudah mahir dan selalu rajin membaca. Ada juga yang mengatakan bahwa rata-rata mereka sibuk sehingga tidak menyempatkan dirinya untuk membaca.
Sayang sekali!
Mengaku wartawan tetapi malas membaca. Bagaimana caranya menulis kalau tidak membaca? Ada yang menjawabnya?
Wartawan yang bagus, keren, berkualitas, dan diperhitungkan oleh dunia jurnalistik itu adalah wartawan yang rajin membaca. Tidak ada wartawan yang malas membaca. Bahkan, jika mereka seorang redaktur harus membaca banyak sumber dan berita. Sebab, tugas redaktur 'kan mengedit dan menyunting berita, bagaimana bisa mereka menyunting dan mengedit kalau tidak membaca?
Kegiatan membaca ini sangat penting sekali pun itu hal yang sepele. Mengapa begitu? Ketika kita membaca, semua orang akan tunduk ke kita sebab kita akan dikatakan sebagai orang yang teliti dan berkompetensi. Kita juga akan memiliki ilmu yang banyak dengan membaca. Bahkan, kita juga akan mendapatkan ilmu menulis. Terutama, penggunaan tanda baca dan penulisan kalimat.
Dalam beberapa pelatihan, saya sering menguji beberapa orang dengan tugas-tugas berita yang mereka kerjakan sendiri. Ada yang mengaku sebagia guru namun beritanya seperti menulis artikel. Sungguh miris sekali! Bahkan, ada yang mengaku sudah mengikuti Uji Kompetensi Utama, menulis berita masih tak tahu cara menuliskan tanda petik dan koma. Sangat disayangkan sekali hal ini terjadi.
Ketika saya mengajar seputar penulisan, saya selalu meminta mereka untuk membaca. Minimal membaca grup dengan teliti agar tidak lagi bertanya jam dan kapan akan dimulai kegiatan yang ada di grup tersebut. Bahkan, tugas-tugas mereka saya minta untuk dibaca ulang sehingga bisa mereka koreksi sendiri. Beberapa wartawan mengikuti, hasilnya bagus.
Nah, bagaimana pentingnya membaca itu?
Sangat penting!
Sebab, dengan membaca Anda akan dipandang berkualitas dan mempunyai efek yang luar biasa di mata orang dan wartawan lainnya. Bahkan, Anda pun akan diminta untuk share ilmu, dan lain sebagainya. Kualitas Anda akan terlihat ketika Anda rajin membaca dan membagikan hasil bacaan Anda kepada banyak orang, sehingga mereka akan tertarik dan merespon Anda dengan hal positif.
Jadi, jangan malas membaca jika Anda wartawan. Bacalah dengan seksama apa pun jenis tulisan dan setiap kejadian.






